Selasa, 18 September 2012

Marga-Marga Parna (Pomparan Raja NaiAmbaton)

Horong Marga Marga Parna

   SIMBOLON TUA
1. SIMBOLON TUAN NAHODA RAJA
2.  TINAMBUNAN
3.  TUMANGGOR
4.  PASI
5.  MAHARAJA
6. TURUTEN
7. PINAYUNGAN
8. NAHAMPUN
9. SIMBOLON ALTONG NABEGU
10. SIMBOLON PANDE SAHATA
11. SIMBOLON JUARA BULAN
12. SIMBOLON SUHUTNI HUTA
13. SIMBOLON RIMBANG
14. SIMBOLON HAPOTAN
15. GINTING TUMANGGER ( TUMANGGOR DI KARO )


     TAMBA TUA

1. TAMBA
2. SIALLAGAN
3.TURNIP
4. SIDABUTAR
5. GUSAR ( KETURUNAN SIJABAT - PADAN SITANGGANG )
6. SIJABAT
7. SARAGI DAJAWAK ( SIJABAT DI SIMALUNGUN )
8.GINTING DAJAWAK ( SIJABAT DI KARO )
9. SIADARI
10. SIDABALOK
11. RUMAHORBO
12. NAPITU
13. SITIO
14. SIDAURUK


   SARAGI TUA

1. SIMALANGO
2. SAING
3. SIMARMATA
4. NADEAK
5. SUMBAYAK
6. SIDABUKKE (  sudah tidak mengikuti " PUNGUAN PARNA " karena sudah saling marsiolian )


     MUNTHE TUA

1. SITANGGANG BAU
2. SITANGGANG LIPAN
3. SITANGGANG UPAR
4. SITANGGANG SILO
5. MANIHURUK
6. SIGALINGGING
7. GARINGGING
8. TENDANG
9. BANUREA
10. BOANG MANALU
11. BANCIN
12. BARINGIN
13. GAJAH
14. BRASA
15. MANIK KECUPAK
16. SARAAN
17. KOMBIH
18. BRAMPU
19. MUNTHE
20. HARO
21. SIAMBATON
22. SARAGI DAMUNTE
23. DALIMUNTE
24. GINTING BAHO
25. GINTING BERAS
26. GINTING CAPA
27. GINTING GURU PUTIH
28. GINTING JADIBATA
29. GINTING MANIK
30. GINTING MUNTE
31. GINTING PASE
32. GINTING SINI SUKA
33. GINTING SUGIHEN

1 komentar:

  1. Selain itu, kelompok Parna juga pernah mengeluarkan marga yang tidak lagi memenuhi ketentuan sebagaimana dinasihatkan oleh Nai Ambaton, misalnya Haromunthe.

    Haromunthe, jika dirunut sesuai literatur dan kesaksian dari pemilik marga ini, adalah keturunan dari Munte. Sejak dikeluarkan dari kelompok ini, maka orang Batak yang bermarga Haromunthe tetap melaksanakan adat-istiadat Batak dan karenanya tetap menjadi bagian dari masyarakat Batak dalam lingkup yang lebih luas. Keterangan tentang marga ini bisa ditelusuri di haromunthe.com

    Nasib sejenis juga dialami oleh marga Sidabungke [lazim dilafalkan Sidabukke atau Dabukke.

    “Haro” yang dimaksud penulis yang mana nih?
    Haromunthe atau Haro Rajagukguk?

    Kayaknya penulis harus lebih banyak "piknik" nih.

    BalasHapus